Sabtu, 01 Maret 2014

kisah 2

jalani hidup yang  bahagia?   atau berbahagia menjalani hidup??

Ilustrasi 1 ,Jalani hidup yang bahagia, 
Seseorang akan merasa bahagia ketika, keinginannya tercapai, rezekinya banyak rumahnya besar , anaknya banyak suami rupawan banyak harta, mobil mewah , baju bagus , wajah cantik, d el el ,, , maka ketika apa yang di impikannya belum tercapai  seseorang tak akan pernah merasakan kehidupan yang tenang . karena  itu semua menjadi motivasi dalam hidupnya, bagai mana caranya mendapatkan kesemuanya itu , dan menjalani kehidupan yang bahagia menurut mimpinya 
contoh nyata:  
di satu kamar kost  ,, seorang anak kost sibuk mencari baju apa yang akan digunakannya pergi ke suatu acara  , dan mengeluh dengan melempar satu persatu baju dari lemarinya, karna tidak ada satu pun baju yang ia bayangkan bagus untuk pergi ke acara itu, sejam kemudian semua baju sudah di bongkar dari lemari , tapi tak ada satupun yang ia bisa kenakan karna tak ada yang sesuai dengan keinginannya, pada akhirnya pergilah dia membeli pakaian baru sesuai yang ia inginkan,.
selesailah perkara baju, kini berganti , anak kost tersebut ternyata masih duduk sibuk mencari cari sepatu , dari tumpukan rak sepatu yang tinggi , tak ada sepatu yang ia bisa kenakan , karna tak sesuai dengan bajunya,, akhirnya ia pun membeli sepatu baru
tidak selesai sampai di situ, teman
ketika berhias pun butuh waktu tak sedikit,,,
setelah cuci bersih wajah,,, pakai pelembab,dilanjutkan dengan alas bedak , berlanjut dengan bedak tabur trus diusap dengan bedak padat tak lupa di beri air spons nya agar bedaknya bisa bertahan lama,,,, (dah ribet banget yakkk ), yup ini bagian yang butuh teknik , memalkai eye liner di atas bulu mata, selesai me nyapu pencil eye liner pakailah maskara, dilanjut dengan blush on, tambah heboh kasih eye shadow biyar matanya terlihat tajam beri warna gelap, terusss halis diberi pencil alis ,,, masih kurang kah??  
oke jilbab belum di hias
karna tak ada bros cetar,, di pinjamlah bunga raflesia  arloldi di hutan kalimantan yang super besar, biyar manis sematkan bros tersebut di atas kepala, 
selesai sudah segala yang di rencanakan dan di bayangkan anak kost ini akan penampilan sempurnanya , tapi malangnya dia, waktu acara yang ia hadiri telah berakhir, dengan tambahan perjalanan yang macet, jadilah semua usahanya selama ini gagal , hanya karnya tersiksa oleh keinginan diri semata

(*note: jika anda bertemu orang seperti ini. atau anda merasa karakter tsb dekat dan ada di diri anda , segera ingatkan dengan kata2 baik, jika tidak didengar bantu dengan doa, dan ajaklah ke tempat2 majlis ilmu dan banyak bca buku bermanfat agar sedikit demi sedikit bisaberubah)

 Ilustrasi 2 ,Berbahagia menjalani hidup
mungkin ada beberapa orang yang memandang tipikal pada karakter ilustrasi kedua ini adalah orang yang cuek atau tidak memperhatikan penampilan, atau kurang dapat menghargai diri sendiri, , umumnya kita lihat orang seperti ini sederhana, apa adanya, dan tidak mengikuti perkembangan jaman , mode dan teknologi kecuali semampu dan se perlunya saja,  kita mulai kisah kedua :

di Suatu Kamar kost seorang wanita sehabis dhuhanya ia segera mengenakan gamis terbaik yang ia punya , di kenakannya jilbab menutupi dada dan disematkan melintang di bahu kanan,  tak lupa sepasang kaus kaki dan manset  ia berkaca kembali,  ada yang terlupa, bedak belum disapukan ke pipinya, setelah semua selesai ia merasa sangat sempurna  karna telah mempersiapkan diri bukan hanya dari pakaian dan fisik semata tapi ruhiahnya telah diisi pagi itu dengan tilawah, qiyamullail juga dhuha, rasanya persiapan menyenangkan belum lagi terbayang akan bertemu dengan teman2, juga sahabat , tiba lebih awal di tempat yang dituju membuatnya sangat bersemangat karna bisa terlebih dulu mengucapkan salam pada yang lain dan berjabat tangan pada sahabat2 nya , senyum  dan salam tak henti2 ia tebar d acara itu hingga siapapun yang melihat wanita ini tak akan menyembunyikan senyuman di balik bibir mereka juga

Dari kisah pertama dan kedua, penulis membuat latar dan situasi mereka sama, yaitu sama-sama akan menghadiri acara wisuda,
tapi banyak perbedaan yang besar dari keduanya, 
kisah yang pertama, begitu sulitnya mempersiapkan diri dan menyiksa diri dengan sebuah kekurangan memandang kesempurnaan adalah sebuah kebahagiaan, dan terkadang kita pun lalai dalam mengartikan kesempurnaan yang hakiki hanya dimiliki Allah
sedangkan kisah yang kedua, begitu udara pun sangat ia nikmati mengalir di sekitarnya, karna syukuri nikmat pada Allah dengan mensyukuri apa yang kita miliki saat ini, tidak melebih lebihkan dari apa yang kita mampu,

mungkin ini ilustrasi sederhana , tentang sebuah kehidupan, begitu kita sibuk mempersiapkan diri untuk dunia, untuk d pandang orang, untuk di sanjung, dan kita lupa , persiapan apa yang  harus kita bawa , dan apa yang hendaknya kita lakukan semasa di dunia. bersilaturahmi, berbahagia, dan merasa cukup lagi sempurna.

semoga kita semua dapat saling mengingatkan dalam memperbanyakn ibadah  , menjaga sesama muslim-ah dari dosa, menutupi aib saudarax dan memelihara silaturahmi

karna syurga begitu luas, mari ajak sebanyak engkau bisa, agar Allah juga ridho Engkau termasuk para penghuni syurga
^-^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar