Minggu, 16 Februari 2014

SI Buruh

Bismillahirahmaanirrahimmm
mulai kembali memulai rangkaian kata, mencoba berbagi kisah pada teman2 semua , kisah nyata yang bisa kita petik hikmahnya, meski dengan tulisan yang apa adanya..
ok yuk mari membaca ^_^

pernahkah kita bertanya pada anak kecil di lingkungan kita,, atau anak ponakan, atau bahkan anak kita sendiri, misalnya " De kalo udah besar mau jadi apa" ,
tidak susah menebaknya pasti jawabannya tak jauh dari dokter, atau mungkin polisi, atau guru, Artis dll
jarang sekali bahkan mungkin akan dimarahi ketika seorang anak bilang jika cita2 nya kelak mau jadi BURUH , (mungkin buruh pabrik , buruh cuci, buruh bank , dll, )
kalo di perhalus kata-katax menjadi seorang PEGAWAI SWASTA (Pegawai karyawan bank, pegawai pabrik, pegawai Rumah makan, pegawai lainx d bidang swasta)

Saya sendiri, sering mendengar orangtua atau tetangga berkata , "kamu harus belajar yang pinter biyar ga usah kerja di pabrik atau jadi pegawai toko yah,,," jauh dalam hati saya tertanam rasa bahwa pekerjaan itu layak untuk dijauhi sejauh jauhnya, yang saya mimpikan iyalah pekerjaan di belakang meja, duduk depan komputer dan memakai pakaian bagus juga make up lengkap, atau memakai jas putih sambil tersenyum melihat pasien yang mengeluhkan penyakitnya. 
itulah didikan mungkin dari banyak orangtua di sekitar saya..

waktu demi waktu saya lalui , banyak kisah hidup yang saya lihat juga rasakan , menjadi pembelajaran dalam diri ini . hingga tiba waktunya di wisudaan D3 Analis kimia, perasaan yang saya hadapi sama seperti teman- teman yang lain , antara bahagia dan takut... bahagia karena Alhamdulillah bebas dan tak kena gelar  Mahasiswa ABADI  dan Takut menjadi gelar Pengangguran SEJATI,uuhhh ini sangat dilema.

pekerjaan harus saya dapatkan agar bisa mempertanggungjawabkan kuliah selama ini pada kedua orang tua, setiap perusahaan saya lamar , dan karena ijasah sebagai analis kimia , maka yang saya lamar kebanyakan adalah pabrik, terbayang sudah bagai mana kerasnya pekerjaan yang akan saya hadapi nanti, 

Dilingkungan yang seperti itu, jangan kan orang2nya , pabriknya sendiripun sudah tidak ramah pada  lingkungan, ,,, terbukti kan , dengan polusi udara air suara dll yang ia sumbangkan setiap hari betul betul sangat merugikan..

akhirnya banyak tes tes yang saya datangi , kesana-kemari mudah mudahan satu di antaranya bersedia memberikan kursi dan meja untuk saya bekarja, Alhamdulillah karna pertolongan Allah saya masuk ke Industri Farmasi, perusahaan yang memproduksi segala macam obat,  jika boleh disederhanakan saya masuk ke PABRIK obat dan bekerja sebagai BURUH Analis kimia  di laboratorium obat di sana,  itu dia pekerjaan saya Alhamdulillah

kesan pertama yang saya dapatkan , suasana di pekerjaan begitu menyenangkan, orang orang begitun baik, karna Alhamdulillah saya selalu memandang orang lain semuanya baik, tidak ada yang tidak baik , kecuali mungkin di penjara, itupun masih ada orang di penjara yang baik kan,,,, hhhe

itu image pertama yang saya dapatkan, waktu kembali berjalan, setiap kesalahan kecil adalah besar disana, apalagi bila dikerjakan berulang ulang , apalagi yang mengerjakan adalah fresh graduate seperti saya, alhasil saya belum bisa memberikan hasil kerja yang baik pada atasan, perih terkadang bila mendengar kata2 yang kasar terucap dari atasan atau rekan kerja.  saya tahu inilah jalan hidup yang dipilih, maka ini juga adalah konsekuesi dari pilihan itu. semua harus saya hadapi dan mulai MEMPERBAIKI DIRI

pernah diri ini merasa iri pada orang lain yang bekerja sebagai guru, dokter,PNS atau sebagai artis, bahkan pada SPG ,,yang gajix besar tapi kerjanya  mudah,,, Astagfirullahhaladzimm padahal Nabi SAW Bersabda

"Tidakboleh iri kecuali terhadap dua kenikmatan, kepada seorang yang diberi Al-Quran oleh Allah kemudian ia membacanya siang dan malam, dan orang yang diberi harta oleh Allah lalu ia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang siang dan malam(Hadist Riwayat Bukhori)"

Astagfirullah, ini dosa yang lembut terkadang tanpa kita sadari perasaan ini sering menyelusup tatkala kita berbincang-bincang dengan teman atau membicarakan teman lain yang lebih baik keadaannya,,.
 kita kembali pada keadaan si buruh tadi

Selang duatahun pekerjaan itu di jalani, dengan mengharapkan Ridho Allah semata, meski sering ada pekerjaan yang menimbulkan dosa di dalamnnya, segeralah istigfar semoga Allah mengampuninya. sering banyak terjadi kisah di dalm pabrik yang membuat saya berfikir ulang , apakah kelak saya akan terus disini apa memilih jalan yang lain ya Rabb?. belum lama, Manager bagian lain di perusahaan ini Resign tepatnya diberhentikan secara halus, tapi menurut saya itu tidak adil untuk beliau yang kinerjanya baik. iya terkenal Sangat dekat pada bawahan , orangnya jujur dan menghargai orang lain, ia sering lembur demi menyelesaikan pekerjaan nya  bahkan  ia sering mengganti uang perusahaan apabila ada kerugian akibat kesalahan yang menurut saya bukan kesalahannya,,, Masya Allah, orang yang telah bekerja lama di perusahaan ini hanya bisa berkata 
" yah , emang udah biasa kalo di sini mah,,, orang baik dan jujur pasti di tendang""Astagfirullah
terlepas dari itu semua  kesalahan siapa, saya hanya bisa kembali berfikir. apa ini yang nanti akan saya perjuangkan, pekerjaan yang bahkan tak akan bisa memperjuangkan siapa yang bekerja jujur untuknya,?
Istigfar , untuk beberapa waktu ini lah sumber mata pencaharian saya, dari sinilah saya bisa membiayai kuliah sendiri dan Insya Allah adik tentunya. bersabar hanya itu yang sekarang bisa dilakukan. 

satu yang saya lewatkan, kenapa selama ini selalu saya melihat keatas?? bukan maksudnya kelangit atau ke atap rumah , ,,,, tapi kenapa yang saya lihat malah orang-orang yang keadaannya jauh lebih baik?
bukanyya masih banyak orang lain yang keadaannya jauh lebih sulit dari kita?

ingat  ketika berjumpa dengan seorang ibu , pengangkut sampah di depan kosan saya.  setiap pagi dan sore ibu itu sering mendorong gerobak sampah dan dia bawa sendiri ke tempat penampunyan akhir, hanya sendiri dan itulah penghasilannya perbulan dari satu RT per rumah hanya 5 rb daerah kami mungkin hanya ada 30 rumah bayangkan berapa yang didapat ibu itu tiap bulannya, hanya sekitar 150 rb kurang lbih. 
ketika saya pergi kerumahnya untuk membayar uang sampah tiap bulan, saya bertemu lelaki paruh baya, ternyata ia suaminya ibu tadi, ia sakit dan nafasnya terlihat sesak sesak, , belum lagi ketiga anaknya, yang paling besar laki2 belum bekerja mungkin usianya sekitar 25 tahun, terkadang saya sering melihatnya ada di pos ronda atau tidur di mushala, kadang ada di depan warung,,, ada yang berbeda pada nya ia tak punya teman seperti pemuda lainnya, lebih sering bermain dengan anjing liar di kampung , mungkin komunikasi nya agak kurang lancar, dan anak keduanya , maria namanya , maria juga kurang lancar dalam berkomunikasi, dan agak kurang jelas, jalannya pun seperti diseret apa mungkin sewaktu kecil pernah terjatuh atau pernah kena demam tinggi , satu lagi adiknya yang paling kecil lah yang sekolah saya sering melihatnya pulang sekolah mengenakan baju SMP, Alhamdulillah mudah2an kelak anak bungsunya bisa membahagiakan kedua orangtua mereka.. 

melihat perjuangan orang seperti ibu itu ditengah keluarganya, di rumah mereka, mengajarkan bagai mana arti perjuangan hidup. mungkin penghasilan yang ia dapat amat jauh lebih kecil dibandingkan kami, tapi dosa yang ia dapatkan jauh lebih kecil dibanding dosa kami dari penghassilan yang kami dapatkan, dari menyakiti orang lain, membicarakan keburukan orang disela-sela istirahat bekerja, atau memanipulasi data agar hasilnya masuk spesifikasi yang diinginkan atasan..... 
T.T Astagfirullahhaladzimm. Taubat apa yang bisa menghapus dosa ini selain ampunan Allah dan RahmatNYA. 

Bersyukur atas apa yang kita dapat hari ini, teruslah berdoa Agar kelak memperoleh yang lebih baik. terima atas apa yang kita dapatkan baiknya ataupun buruknya ,semuanya kita sikapi dengan lapang ada, mari belajar merubah kepedihan menjadi keikhlasan berdoa agar  kesedihan menjadi kebahagiaan, sesulitan menjadi kemudahan , kehianaan menjadi kemuliaan dan semoga Allah senantiasa menerima taubat kita dan bemberikan Rahmatnya serta Syurga  dan kebahagiaan hidup di dunia juga Akhirat pada kita semua
Aaminn ya Rabbal Alamiin

jangan lupa berdoa, agar kita dapat menjadi yang terbaik dimanapun kita berada , dan mudah2an kita bisa menjadi seperti nabi sebagai entrepreneur sejati, bukan pekerja orang lain , tapi orang yang bisa membuka lapangan kerja bagi orang banyak, bisa berkarya  dan tentunya waktu beribadah kita pada Allah lebiih banyak Aamiin ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar