Kamis, 20 Oktober 2016

bagai mana kalau "indonesia makin digital"

assalamualaikum wr,wb
perkenalkan saya seorang ibu 1 anak berumur 15 bulan dengan pekerjaan sebagai tenaga pengajar(guru)
akhir-akhir ini  dalam kegiatan sebagai tenaga pengajar ,,, banyak sekali perubahan yang terjadi pada anak didik /pelajar khususnya pelajar smp yang notabene masih bocah,,,
pelajar2 sekarang sulit sekali untuk fokus dalam kelas, 15 menit saja membuat ,mereka diam dan fokus pada mata pelajaran itu susahnya minta ampun, harus dengan teriakan atau trik2 yang jitu.
kalau jaman saya sekolah dulu, ketika guru masuk kelas tak ada yang berani macam2, hand phone dahulu adalah barang yang mewah dan tabu untuk dibawa ikut kesekolah.. tapi zaman sekarang. hand phone adalah barang wajib bagi mereka,,, sedikit saja guru lengah ,,, mata sudah mengintip di bawah meja,,, jari siap ber googling2 ria,,, dengan internet di genggamann,,,

teruss apakah cocok cara mengajar jaman dahulu yang dikte / penjelasan di papan tulis dengan jaman sekarang dimana semua pertanyaan tinggal di sebutkan ke mbah gooogle.....
si Mbah siap mencari sampai dapat

jika guru tak ikuti perkembangan teknologi apa jadinya,,, guru tak bisa mengkontrol perkembangan muridnya di dunia maya,,, tak tau apa itu Ig, Fb, twitter dll lah yang sedang di gandrungi murid dan banyak menjadi viral,,, mungkin saja mereka duduk manis di depan bapak/ ibu guru ,,,
tapi di dunia maya mereka ber selvi ria tak pantas atau mengumbar keburukan2 ,,, dan tak ada filter dari kita debagai pendidik

yang ada adalah kita mengajar tanpa mengenal teknologi,, begitulah yng terjadi bila ssang guru jauh dari teknologi,,, yang saya bayangkan dalam benak sya adalah ketika saya berselancar internet dengan telkomsel Flash . modem kesayangan ,,,, 'ehh,, tiba tib aterbyang sebuah teknologi maju yang dimiliki guru2 di semua sekolah di indonesia

 saya bayangkan guru di depan dengan LCD ketika menerangkan matematika  oke anak-anak silahkan buka akun kalian, semua akun terhubung ke jejaring data siswa sekolah , di situ ada alamat fb, ig, twitter, email milik siswa,,, di situ terdapat dokumen2 tugas yang semua terhubung ke internet
dan tugas tak lagi dalam bentuk hard copy , mereka buat dalam bentuk soft copy (gogreen khan... hehe)

 jawaban terkontrol dan yang paling cepat selesai terlihat di akun milik sang guru,,, wooow
anak2 sekolah tak usah bawa buku tebal2 , cukup tab, atau notebook, atau smart phone, seperti sekarang sedang dilakukan pemerintah yaitu sistem ujian terkomputerisasi,,, begitu pun pelajaran,,, asyiknya lagi jika jarimngan internet bisa diandalkan,,
kalo saya rekomendasi, pakai telkomsel,,, its the best choice,,, hehe asik ga pake lemot ga pake buffering,,, dll deh

sekian cerita tentang hayalan saya jika indonesia makin digital dan saya sebagai pendidik yang ingin mendidik di dunia nyata juga dunia digital anak didik saya,,,, trims

Selasa, 03 Mei 2016

for u, dear


“Menatap lembayung di langit bali.....
dan kusadari betapa berharga kenangan mu
dikala jiwaku tak terbatas, bebas berandai mengulang waktu
hingga masih, bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku,,
bilakah diriku brerucap amaaf masa yang tlah ku ingkari,,, dan meninggal kanmu,, ohh mimpii.......................
teman yang terhanyut arus waktu,, mekar mendewasa,, masih ku simpan suara tawa kita
kembalilah sahabat lawasku,, semarakan keheningan lubuk “

,,,,,,,,,

lagu yang lama tak terdengar lagi,, kenangan ku , hidupku dulu ada bersama memory di lagu ini

jika ingin kembali, aku selalu ingin kembali ke masa lalu

mengenang dan mengenang

indahnya kehidupan,,

menikmati hidup tanpa rutinitas berarti

memang masa lalu tak bisa akan nyata, tapi terimakasih untuk mu yang membuka kembali memory kita,

entah rasa seperti apa yang telah saya rasakan lagi,,, haru sedih senang dan bahagia

bersyukur atas ukhuwah kita, harta berharga adalah sahabat yang setia
semoga Allah menjaga ikatan kita selalu

^_^


Minggu, 14 Februari 2016

Untuk: Muhammad khaizuran falah


Malaikat kecil ku
Umi tulis ini untuk mu Anak ku, kebanggaan dan masa depan ku dunia akhirat




Khaiz, awal kamu mengisi rahim ummi kebahagiaan tak bisa ummi bendung ,,, mengandungmu juga bukan perkara yang sulit, kamu begitu mudah, tak pernah kamu susah kan ummi dengan kehamilan mu di tubuh ini, mual letih atau pusing jarang sekali ummi rasakan, hingga kehamilan ummi bertambah besar dan denyut jantung mu mulai teraba, denyut jantung mu mulai berirama , indah sekali,,, semakin lama terasa pergerakan mu dalam rahim ummi ummi dibuat bahagia sangat bahagia,, sampailah pada hari kelahiran mu, meski cukup lama, prosesnya, khaiz tetap tak inginumi merasa kesakitan
Entah sampai kapan umi bias menemani mu , menemani mu tumbuh besar, menjadi anak yang cerdas juga sholeh dan memiliki akhlakul karimah pada semua makhluk
tapi umi akan berusaha memberimu pengajaran, pendidikan, sebagai madrasatul'ula yang terbaik buat mu

khaiz inilah tulisan ummi untukmu, untuk mu kelak ketika sudah beranjak dewasa dan bisa membaca dunia, melihat ke sekeliling nya, mencaritahu jatidiri

kelak yang ummi harapkan dari mu adalah, kebahagiaan yang bisa kau rasakan, citacita yang bisa kau raih juga syukurmu pada Allah, dimanapun dan dalam kondisi apapun ibadah mu yang utama, ilmu mu yang bermanfaat dan dirimu yang selalu berguna bagi masyarakat juga Agama





sayang selalu
Ummi