hujan turun mengguyur kota tangeran sejak pagi , udara begitu dingin, hingga usai jam kerja, hujan masih turun , belum ada tanda- tanda akan berhenti .
meski cuaca tidak bersahabat , tetap saya bulatkan tekad , menjalankan amanah, untuk mengembalikan barang padaseseorang yang telah saya janjikan,
jarak ke tempat yang dituju pun tidaklah dekat , usai kerja dengan kondisi yang masih lelah , kaki ini masih sempatkan tuk pergi,
setelah tiba di tempat yang dituju ternyata orang yang di janjikan , belum pulang dan masih di tempat kerjanya.
sudah sejauh ini , mana mungkin pulang tanpa bertemu dan mengembalikan amanah ,ini. rasax masih ada hutang dan beban. bagaimana jika hidup q tidak sampai esok, bagaimana jika amanah ini ikut hingga ke kubur kelak.. "ah lebih baik menemuinya ke tempat kerjanya" , tekad ku dalam hati
hujan begitu lebat jalanan becek juga gelap , ditambah toko-toko yang sudah tutup tanpa menyalakan lampu jalannya menambah sulitnya mencari jalan yang tidak berlubang agar aman untuk dipijak tanpa tersandung,..
dari jauh nampak bayangan seorang remaja laki2 dan karung putih disampingnya , berteduh didepan salah satu toko yag tutup , sambil memeluk kakix , ia kelihatan mengigil kedinginan, sepintas karna takut, saya tundukkan pandangan darinya sambil berlalu, , tanpa memperdulikan orang itu saya bergegas ke tempat yg dituju, meski masih merasa diawasi dari kejauhan
Alhamdulilah amanah sudh saya tunaikan, janji sudah ditepati, tak ada yang lebih membahagiakan hati , lebih dari menepati janji .
diperjlanan pulang , dari jauh sayan lihat ternyata remaja itu masih di tempat yang sama sambil mengigil kedingainan , masya Allah,,,
yang ada dalam fikiran saya, anak itu kenapa malam2 bgni masih di pinggir jalan?, kenapa tidak pulang ?
saya beranikan diri menegurna, ternyata dia anak remaja berusia kira2seusia dengan adik laki2 saya , 18 th , wajahny sedikit lusuh , mungkin lapar atau kedinginan
de, kenapa ada disini, kenapa tidak pulang?
apa ada yang bisa saya bantu?
ia hanya dimam sambil mengigil, dan agak malu-malu untuk bicara
de maaf saya punya makanan, ini untuk mu makan , di maka yah, nasi dan lauknya, rumahmu dimana?
dia masih diam,
bathin q menjerit ya Rabb, betapa kasihan padanya, ingin saya membantunya, teringat adik ku juga , yang masih seumuran dengan dia, tak tega membiarkannya di tempat seperti ini
tapi apa daya, saya hanya bisa membantu alakadarnya, maaf kan tidak bisa berbuat lebih
Ada Allah yang lebih bisa memberikan pertolongan pada siapa yang ia kehendaki, ,
setelah berlalu darinya,, anak itu berdiri dan berkata ,,, "tteh terimakasih"
ya rabbb ingin menjerit dan menangis,, dalam hati rasaya ingin mengutuk diri sendiri jangan berterimakasih de, saya hanya manusia yang tak pernah bersyukur, terlalu sibuk dengan urusan sendiri , tak pernah melihat betapa di dudnia ini tak semua memiliki hidup yang bahagia, saya terlalu sibuk dengan diri sendiri,, ,,, pemberian itu pun takada artinya dibanding penderitaan mu karena banyaknya manusia2 kikir didunia ini, dan kamu termasuk salah satu korbannya,,maafkanlah mereka, dan saya
sampai saat ini masih teringat wajahnya, tak henti henti sepanjang perjalanan pulang ku panjatkan doa agar ia selamat dan diberikan Allah pertolongan dan dijauhkn dari segala kesulitan Aamiin , Aamin Ya Rabb
ya rabbb ingin menjerit dan menangis,, dalam hati rasaya ingin mengutuk diri sendiri jangan berterimakasih de, saya hanya manusia yang tak pernah bersyukur, terlalu sibuk dengan urusan sendiri , tak pernah melihat betapa di dudnia ini tak semua memiliki hidup yang bahagia, saya terlalu sibuk dengan diri sendiri,, ,,, pemberian itu pun takada artinya dibanding penderitaan mu karena banyaknya manusia2 kikir didunia ini, dan kamu termasuk salah satu korbannya,,maafkanlah mereka, dan saya
sampai saat ini masih teringat wajahnya, tak henti henti sepanjang perjalanan pulang ku panjatkan doa agar ia selamat dan diberikan Allah pertolongan dan dijauhkn dari segala kesulitan Aamiin , Aamin Ya Rabb
bahkan dari sekedar amanah, engkau ajari aku banyak cerita hidup , dari apa saja yang ku temui , begitu engkau lebihkan rizki pada siapa yang engkau kehendaki dan membatasi pada siapa yang engkau kehendaki , semuanya adalah cobaan bagaimana hambamu yang bersyukur atas apa yang telah di dapatkan, . berbahagialah jika hari ini kita masih bisa makan dan tempat tinggal yang nyaman , hargailah apa yang kita miliki , dan syukurilah

