Tangerang 18 April 2014
Siang di kosan yang
berada dilantai 2 , terasa panas dan gersang , matahari serasa menusuk ke kulit
kepala,begitu setiap harinya, , sampai ibu kosan menawarkan kamar kost baru
yang berada di samping rumah nya, Alhamdulillah Kamar baru ini nyaman,
dindingnya berwarna hijau, lantai dari keramik baru dan bersih, hanya saja
kamar mandi terletak diluar , dan dipakai bersama tatangga sebelah kamar, tak apalah, yang penting selalu bersyukur,
selalu ada kelebihan dn kekurangan , tetap harus selalu dinikmati
Tetangga baruku ,pertama bertemu dengannya ketika pindahan kamar
siang itu, melihat wajahnya pasti langsung menebak , ah mungkin umurnya
sekitar 18 tahun, wajahnya cantik , senyumnya manis , kulitnya kuning langsat
khas mojang sunda, , dia tidak menyapa
hanya sesekali senyum simpul melihat saya dan kaka mondar mandir memindahkan
barang,
Seperti kebiasaan saya,
saya senang berkenalan dengan orang baru, saya senang bertemu teman baru setiap
melihatnya saya tebarkan senyum terbaik , dan Alhamdulillah kami berkenalan,
namanya .... tapi dia lebih senang dipanggil “eneng” (panggilan untuk
wanita muda daerah sunda), saya juga
senang memanggilnya eneng , awalnya canggung
karna dia sudah menikah , saya
memanggilnya mba tapi karna dia kelahiran 1994 makax saya memanggilnya dengan panggilan
kesukaannnya , “eneng” nama yg baik untuk orang yang baik :-)
Eneng , asalnya dari
daerah padalarang bandung , ikut
merantau bersama suaminya di tangerang dan baru datang akhir maret yang lalu,
, dari umur mungkin dia masih muda, tapi
dari cara bicara dan sikapnya anak ini begitu dewasa, apa mungkin karna dia
sudah menikah,? . tapi terkadang kedewasaan memang tak diukur dari usia ataupun
status seseorang, terkadang kedewasaan muncul dari kisah hidup yang kita alami,
membuat kita belajar bagaimana menjalani hidup ., begitu menurut sya pribadi
Beberapa hari setelah
perkenalan kami, saya sering melihatnya melamun di teras kosan, kemudian pindah
ke dalam, terus keluar ,, yahseperti itu setiap hari, kebetulan suami x juga pergi keluar pulau
untuk bekerja, ada yang beda dari anak ini, kenapa pandangan matanya selalu
kosong? Seperti ada beban berat yang difikirkannya.
Sering saya ajak dia
berbincang2 ringan, saya Tanya “eneng
bosen ga?”
Apapun saya tanyakan
, dari rumah, keluarga dll sampai hal yang tidak penting sekalipun, sehingga kami cepat akrab,
akhirnya ia pun tak canggung main ke kamar dan bertukar masakan, terus
mengobrol sampai dia tidur dikamar, Alhamdulillah ,
Selang 1 minggu dia
bercerita pada saya juga kakak dan yuni, ia teringat anaknya yang berada di
bandung,
Awalnya saya kaget ,
bukannya ia masih pengantin baru, kok sudah punya anak?
Ternyata eneng sudah
pernah menikah sebelumnya ketika umurnya masih 17 tahun, Subhanallah,
Di desanya di
padalarang , memang anak gadis berumur 17 tahun banyak yang sudah menikah,
termasuk eneng
Eneng bercerita tentang
suami sebelumnya,, laki2 yang menikahi eneng kala itu
tipikal orang yang temperamental, ia tak segan memukul istrinya bila sedang
kesal, eneng pernah di cakar mukanya hingga berdarah , pernah di siram air
hingga basah kuyup, bahkan ketika hamil 7 bulan sempat punggungx ditendang
suami hingga sakit ke dada,,
Masya Allah eneng, ,
ketika itu saya pun merasa sedih juga miris, anak ini di usia 17 tahun harus
mengalami hal seperti itu, saya heran
Aapa yang difikirkan suami , memperlakukan istrinya semacam itu, bahkan
binatangpun harus kita lindungi apalagi seorang istri . jika saja saya bertemu
suamix , saya tak akan segan menampar mukanya,,eh tidak, mungkin lebih baik mendoakannya agar sikapx di ampuni Allah.
Eneng sering meminta
pada orang tuax untuk bercerai dengan
sang suami, karna sudah tak tahan, tapi apa daya keluarganyapun bukan orang
berada, sehingga tak punya kekuatan untuk bilang pada suaminya agar mereka
berpisah,
Eneng tetap bersabar
hingga kelahiran bayinya. , bayi perempuan lahir dengan selamat , dia beri nama
dea lovea, :-) nama yg cantik , saya yakin pasti bayi itu cantik seperti ibunya
Sering sang suami tidak
berlaku baik padanya, eneng kerap di kasari meski telah lahir dari
rahimnya buah hati mereka, tetap saja sang suami belum merubah sikapnya,
sebelum menikah eneng sama sekali tak
tahu tabiat sang suami , padahal dulu sebelum mereka menikah, sang suami sikapx
sangat sopan, santun bahkan tak berani menatap nya, semuanya wajar hingga 4 hari setelah
prnikahan suami berubah drastis, kata2
nya kasar, begis dan galak
Jika Eneng mulai tak tahan, wajar menurut saya , di usia
muda, semestinya ia mendapatkan perlindungan dari sang suami , bukanya siksaan lahir bathin yang harus diterma, saya
usap punggungnya untuk meredakan tangisan eneng, ia pun mulai bercerita lagi
Dalam rumahtangga
mereka kerap suamix tak jujur tentang masalah ekonomi keluarga, maisyah
(penghasilan) yang didapat sering tidak tau kemana, eneng hanya mendapatkan
cukup untuk makan sehari hari nya, selebihnya Wallahualam, bahkan baju pun dari
sebelum menikah hanya itu2 saja, kenang nya
Akhirnya di usia anak
nya 11 bulan eneng nekad untuk bercerai, sang suami pun sering berkali-kali menyebutkan kata talak,
Sang suami pun melepas
eneng tapi dengan syarat anaknya tidak boleh ikut neng, ,
cobaan yang begitu
berat bagi seorang ibu yaitu berpisah
dengan anaknya, Apalagi bagi ibu muda
seperti neng, Neng akhirnya pulang ke keluarga orang tuanya sendiri, sang suami meninggalkannya begitu saja di
tengah jalan , memperlakukannyaseperti sampah , tanpa memberinya apapun sebagai
bekal.
Sehari seperti dineraka
bagi neng
Neng terus
teringat anaknya dea, sampai-sampai ia
jatuh sakit dan menurun drastis beratnya , neng mencoba meminta pada orangtua nya agar membawa dea
untukx, tapi orangtua menolak ,karna ibu neng pun memiliki anak bayi dan balita
yang masih kecil , dengan kondisi ekonomi
mereka, tidak akan sanggup mengurus anak neng juga,
Neng tetaplah seorang
ibu yang memiliki ikatan kuat dengan sang anak, ia membuang rasa malu dan pergi
menemui dea. Neng menggendong dea di pangkuannya, menimanggya hingga terlintas
fikiran membawa anaknya kabur, seketika tukang ojeg lewat di depan rumah mantan
suami, neng pun kabur membawa sang bayi, meski di teriaki maling, neng tetap membawa
bayinya pulang
Tiba dirumahnya,
orangtua neng begitu marah, neng di marahi karna membawa anaknya pulang, neng
hanya bisa menangis, dan diam, bersama bayinya, 3 hari dirumah neng tidak
diberi uang sepeserpun oleh kedua orang tuanya, padahal sang bayi harus diberi
susu formula karna neng sudah tak keluar asi lagi, sang bayi terus menangis , terpaksa
neng meberi bayinya air putih saja ,neng pun bingung, ia tidak memiliki uang,
dan orang tuanya pu tak memberi, akhirnya meski malu neng menyerah, dan mengembalikan
anaknya pada mantan suami,
Neng pulang dengan hampa, ia pun langsung jatuh sakit lagi,
hingga Allah memberi neng kesempatan bekerja di Garment, meski telah bekerja,
tapi ingatan anaknya tetap tak pernah hilang , sering neng titipkan
perlengkapan bayi yang ia beli dari gaji
hasil kerja di garmen untuk sang anak, dari bedak, baju dan perlengkapan bayi, hingga waktupun berlalu beberapa bulan , di sana neng bertemu jodohnya, Ali , anakx
baik meski masih bujang dan belum menikah, tapi pemikirannya dewasa, dan yang
paling penting dapat menerima kondisi neng dan menyayangi neng sepenuhhati. Ali
menikahi neng secara sederhana , tapi insya Allah penuh barokah.
Alhamdulillah , kondisi
pahit itu telah berlalu dari adik ku eneng, Semoga neng cepat pulih fisik serta
psikis nya, neng meski masih muda, tapi banyak hal yang saya salut dari mu,
ketabahan dalam menghadapi ujian, kepasrahan juga mental yang kuat , jarang
orang yang bisa bertahan dalam kondisi seperti mu
Semoga Allah menghimpun
keluargamu dalam keberkahan, mengganti kepedihan menjadi kebahagiaan, kesulitan
menjadi kemudahan
Amiin ya Rabb
Neng, Terimakasih telah
membagi kisah mu, sehingga bisa di buat tulisan ini , semoga tulisan ini dapat saling mengingatkan pada yang lainnya , semoga tak ada lagi wanita yang bernasib sama sepertimu, semoga setiap wanita dapat membela diri ketika dizalimi juga membela sesama wanita lain yang juga tengah terdzalimi baik sikis maupun fisiknya
mari sama2 berdoa dalam setiap shalat agar Allah melindungi kita dari kepedihan , kesengsaraan dan kesulitan
Wallahualam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar