Minggu, 20 April 2014

Neng


Tangerang 18 April 2014


Siang di kosan yang berada dilantai 2 , terasa panas dan gersang , matahari serasa menusuk ke kulit kepala,begitu setiap harinya, , sampai ibu kosan menawarkan kamar kost baru yang berada di samping rumah nya, Alhamdulillah Kamar baru ini nyaman, dindingnya berwarna hijau, lantai dari keramik baru dan bersih, hanya saja kamar mandi terletak diluar , dan dipakai bersama tatangga sebelah kamar,  tak apalah, yang penting selalu bersyukur, selalu ada kelebihan dn kekurangan , tetap harus selalu dinikmati 

Tetangga baruku ,pertama bertemu dengannya ketika pindahan kamar  siang itu, melihat wajahnya pasti langsung menebak , ah mungkin umurnya sekitar 18 tahun, wajahnya cantik , senyumnya manis , kulitnya kuning langsat khas mojang sunda, ,  dia tidak menyapa hanya sesekali senyum simpul melihat saya dan kaka mondar mandir memindahkan barang,

Seperti kebiasaan saya, saya senang berkenalan dengan orang baru, saya senang bertemu teman baru setiap melihatnya saya tebarkan senyum terbaik , dan Alhamdulillah kami berkenalan, namanya  .... tapi dia lebih senang dipanggil “eneng” (panggilan untuk wanita muda  daerah sunda), saya juga senang memanggilnya eneng , awalnya canggung  karna dia  sudah menikah , saya memanggilnya mba tapi karna dia kelahiran 1994 makax  saya memanggilnya dengan panggilan kesukaannnya , “eneng” nama yg baik untuk orang yang baik :-)

Eneng , asalnya dari daerah padalarang bandung ,  ikut merantau bersama suaminya di tangerang dan baru datang akhir maret yang lalu, ,  dari umur mungkin dia masih muda, tapi dari cara bicara dan sikapnya anak ini begitu dewasa, apa mungkin karna dia sudah menikah,? . tapi terkadang kedewasaan memang tak diukur dari usia ataupun status seseorang, terkadang kedewasaan muncul dari kisah hidup yang kita alami, membuat kita belajar bagaimana menjalani hidup ., begitu menurut sya pribadi

Beberapa hari setelah perkenalan kami, saya sering melihatnya melamun di teras kosan, kemudian pindah ke dalam, terus keluar ,, yahseperti itu setiap hari,  kebetulan suami x juga pergi keluar pulau untuk bekerja, ada yang beda dari anak ini, kenapa pandangan matanya selalu kosong? Seperti ada beban berat yang difikirkannya.

Sering saya ajak dia berbincang2 ringan, saya Tanya  “eneng bosen ga?”
Apapun saya tanyakan ,  dari rumah,  keluarga dll sampai hal yang tidak penting sekalipun, sehingga kami cepat akrab, akhirnya ia pun tak canggung main ke kamar dan bertukar masakan, terus mengobrol sampai dia tidur dikamar, Alhamdulillah ,

Selang 1 minggu dia bercerita pada saya juga kakak dan yuni, ia teringat anaknya yang berada di bandung,
Awalnya saya kaget , bukannya ia masih pengantin baru, kok sudah punya anak?
Ternyata eneng sudah pernah menikah sebelumnya ketika umurnya masih 17 tahun, Subhanallah,
Di desanya di padalarang , memang anak gadis berumur 17 tahun banyak yang sudah menikah, termasuk eneng

Eneng bercerita tentang suami sebelumnya,, laki2 yang menikahi eneng kala itu tipikal orang yang temperamental, ia tak segan memukul istrinya bila sedang kesal, eneng pernah di cakar mukanya hingga berdarah , pernah di siram air hingga basah kuyup, bahkan ketika hamil 7 bulan sempat punggungx ditendang suami hingga sakit ke dada,,

Masya Allah eneng, , ketika itu saya pun merasa sedih juga miris, anak ini di usia 17 tahun harus mengalami hal seperti itu,   saya heran Aapa yang difikirkan suami , memperlakukan istrinya semacam itu, bahkan binatangpun harus kita lindungi apalagi seorang istri . jika saja saya bertemu suamix , saya tak akan segan menampar mukanya,,eh tidak, mungkin lebih baik mendoakannya agar sikapx di ampuni Allah. 

Eneng sering meminta pada orang tuax untuk  bercerai dengan sang suami, karna sudah tak tahan, tapi apa daya keluarganyapun bukan orang berada, sehingga tak punya kekuatan untuk bilang pada suaminya agar mereka berpisah,

Eneng tetap bersabar hingga kelahiran bayinya. , bayi perempuan lahir dengan selamat , dia beri nama dea lovea, :-) nama yg cantik , saya yakin pasti bayi itu cantik seperti ibunya
Sering sang suami tidak berlaku  baik padanya,  eneng kerap di kasari meski telah lahir dari rahimnya buah hati mereka, tetap saja sang suami belum merubah sikapnya, sebelum menikah  eneng sama sekali tak tahu tabiat sang suami , padahal dulu sebelum mereka menikah, sang suami sikapx sangat sopan, santun bahkan tak berani menatap nya,  semuanya wajar hingga 4 hari setelah prnikahan  suami berubah drastis, kata2 nya kasar, begis dan galak
Jika Eneng  mulai tak tahan, wajar menurut saya , di usia muda, semestinya ia mendapatkan perlindungan dari sang suami , bukanya  siksaan lahir bathin yang harus diterma, saya usap punggungnya untuk meredakan tangisan eneng, ia pun mulai bercerita lagi
Dalam rumahtangga mereka kerap suamix tak jujur tentang masalah ekonomi keluarga, maisyah (penghasilan) yang didapat sering tidak tau kemana, eneng hanya mendapatkan cukup untuk makan sehari hari nya, selebihnya Wallahualam, bahkan baju pun dari sebelum menikah hanya itu2 saja, kenang nya
Akhirnya di usia anak nya 11 bulan eneng nekad untuk bercerai, sang suami pun sering  berkali-kali menyebutkan kata talak,
Sang suami pun melepas eneng tapi dengan syarat anaknya tidak boleh ikut neng, ,
cobaan yang begitu berat bagi seorang ibu  yaitu berpisah dengan anaknya,  Apalagi bagi ibu muda seperti neng, Neng akhirnya pulang ke keluarga orang tuanya sendiri, sang suami meninggalkannya begitu saja di tengah jalan , memperlakukannyaseperti sampah , tanpa memberinya apapun sebagai bekal.
Sehari seperti dineraka bagi neng
Neng terus teringat  anaknya dea, sampai-sampai ia jatuh sakit dan menurun drastis beratnya , neng mencoba  meminta pada orangtua nya agar membawa dea untukx, tapi orangtua menolak ,karna ibu neng pun memiliki anak bayi dan balita yang masih kecil , dengan kondisi ekonomi  mereka, tidak akan sanggup mengurus anak neng juga,
Neng tetaplah seorang ibu yang memiliki ikatan kuat dengan sang anak, ia membuang rasa malu dan pergi menemui dea. Neng menggendong dea di pangkuannya, menimanggya hingga terlintas fikiran membawa anaknya kabur, seketika tukang ojeg lewat di depan rumah mantan suami, neng pun kabur membawa sang bayi, meski di teriaki maling, neng tetap membawa bayinya pulang
Tiba dirumahnya, orangtua neng begitu marah, neng di marahi karna membawa anaknya pulang, neng hanya bisa menangis, dan diam, bersama bayinya, 3 hari dirumah neng tidak diberi uang sepeserpun oleh kedua orang tuanya, padahal sang bayi harus diberi susu formula karna neng sudah tak keluar asi lagi, sang bayi terus menangis , terpaksa neng meberi bayinya air putih saja ,neng pun bingung, ia tidak memiliki uang, dan orang tuanya pu tak memberi, akhirnya meski malu neng menyerah, dan mengembalikan anaknya pada mantan suami,
Neng pulang dengan  hampa, ia pun langsung jatuh sakit lagi, hingga Allah memberi neng kesempatan bekerja di Garment, meski telah bekerja, tapi ingatan anaknya tetap tak pernah hilang , sering neng titipkan perlengkapan bayi yang ia beli dari  gaji hasil kerja di garmen untuk sang anak, dari bedak, baju dan perlengkapan bayi,  hingga waktupun berlalu beberapa bulan ,  di sana neng bertemu jodohnya, Ali , anakx baik meski masih bujang dan belum menikah, tapi pemikirannya dewasa, dan yang paling penting dapat menerima kondisi neng dan menyayangi neng sepenuhhati. Ali menikahi neng secara sederhana , tapi insya Allah penuh barokah.

Alhamdulillah , kondisi pahit itu telah berlalu dari adik ku eneng, Semoga neng cepat pulih fisik serta psikis nya, neng meski masih muda, tapi banyak hal yang saya salut dari mu, ketabahan dalam menghadapi ujian, kepasrahan juga mental yang kuat , jarang orang yang bisa bertahan dalam kondisi seperti mu

Semoga Allah menghimpun keluargamu dalam keberkahan, mengganti kepedihan menjadi kebahagiaan, kesulitan menjadi kemudahan
Amiin ya Rabb

Neng, Terimakasih telah membagi kisah mu, sehingga bisa di buat tulisan ini , semoga tulisan ini  dapat saling mengingatkan pada yang lainnya , semoga tak ada lagi wanita yang bernasib sama sepertimu, semoga setiap wanita dapat membela diri ketika dizalimi juga membela sesama wanita lain yang juga tengah terdzalimi baik sikis maupun fisiknya

mari sama2 berdoa dalam setiap shalat agar Allah melindungi kita dari kepedihan , kesengsaraan dan kesulitan

Wallahualam 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar